Jumat, 25 Maret 2016

Pergerakan dengan Wajah Baru

DIMULAI dengan tanggapan terhadap historiografi ortodoks, penulis buku ini menguraikan pandangan yang amat tajam dan kritis terhadap sejarah politik Indonesia pada awal abad XX. Historiografi ortodoks dilihatnya sebagai satu cara pandang yang antara lain bersumber pada karya trilogi J.Th. Petrus Blumberger. Karya trilogi yang membagi pergerakan di Hindia menjadi tiga golongan besar, memang sering digunakan untuk membicarakan pergerakan di Hindia. Sejak Indonesia memperoleh kemerdekaan, pemikiran ini dikawinkan dengan perspektif Indonesiasentris, yang pertama kali dicetuskan oleh Muhammad Yamin. Hasil yang dicapai adalah munculnya klasifikasi berdasarkan ideologi dan organisasi yaitu golongan Islam, nasionalis, dan komunis. Baik tokoh-tokoh maupun organisasi pergerakan kemudian dipaksa untuk masuk dalam salah satu golongan tertentu untuk diperhatikan arti pentingnya dalam sejarah. Baca Selanjutnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cobalah Tengok

Dartar Isi