Senin, 06 Februari 2017

How To Get Rid of Ahok

Semuanya dimulai dari cuitan Ulil Abshar Abdalla. Dalam cuitan di akun twitter dia yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut, @Ulil mengatakan dengan sangat keras bahwa Ahok, iya Ahok sang petahana Gubernur DKI yang mulutnya selalu melontarkan komentar-komentar kontroversial yang tidak perlu itu, harus dihilangkan. Ulil menggunakan kata “get rid of him” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti “mengenyahkan” atau “membunuh”. Secara lengkap cuitan Ulil berbunyi:

“Ahok is a BIG liability for our social fabric as a (still) fragile nation. We should get rid of him. Too dangerous.”

Anda yang membaca tulisan ini pasti tahu siapa Ulil Abshar Abdalla. Dia adalah dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), organisasi yang menyodorkan pemikiran liberalisme untuk melawan arus konservatisme di kalangan Muslim Indonesia. Dengan latar belakang sebagai seorang liberal, jika Ulil benar-benar seorang liberal sejati, maka cuitan dia bersifat kontradiktif terhadap seluruh ideologi liberalisme yang dia percaya dapat membuat masyarakat Indonesia maju dan makmur seperti negara-negara Barat yang sangat dia kagumi.

Bagaimana mungkin seorang liberal yang menghargai hak-hak individu, baik dalam bertindak maupun bersuara, mengancam akan “menghilangkan” orang lain hanya karena dia beranggapan bahwa Ahok “too dangerous” buat bangsa Indonesia yang menurut Ulil masih ringkih?

Ulil akhirnya mengeluarkan serangkaian cuitan untuk mengklarifikasi maksud cuitan dia tentang Ahok. Dan tidak ketinggalan kawan karib Ulil, Akhmad Sahal alias @SahaL_AS pun, memberi penjelasan tambahan untuk membela teman sesama pendiri Jaringan Islam Liberal ini.

Tapi apakah Ulil benar bahwa kita sebaiknya mengenyahkan Ahok karena dia adalah ancaman bagi kerukunan bangsa? Baca Selanjutnya

Cobalah Tengok