Tanya:
Assalamu’alaikum Alifmagz,
Katakanlah saya dan istri memiliki rejeki yang cukup untuk berangkat
ke Tanah Suci, bagaimana Islam memandang seandainya kami berdua
menunaikan ibadah haji sementara kedua orangtua saya/istri masih belum
pernah naik haji sebelumnya? Saya pernah membaca tentang betapa
utamanya untuk menghajikan orangtua terlebih dahulu sebelum menghajikan
diri kita sendiri. Sementara, tanpa mengabaikan kemurahan rejeki
dari-Nya, boleh jadi hanya sekali ini saja kesempatan bagi kami untuk
naik haji. Terima kasih. Baca Selanjutnya
Pekerja Gig Rentan dan Politik THR di Indonesia
-
Perjuangan mendapatkan THR (dan kemudian Bonus Hari Raya atau BHR) bukan
sekadar tuntutan penghasilan tambahan, melainkan sebuah perjuangan politik
yang le...
1 hari yang lalu